1. berempati tanpa kehilangan diri sendiri dan tau batasan emosional kita
  2. tanggapi kontradiksi dengan sebuah intensi untuk ingin tahu/memahami
    1. dan tidak semua pertanyaan yg diajukan perlu ada jawabannya
    2. fokus pada niat dan pertanyaan yg diajukan meskipun tidak bisa menimbang bibit bobot perasaan orang lain
    3. contoh: “aku mendengar kamu , tapi yang aku lihat , apakah menurutmu ini benar atau pemahamaanku yg keliru?“
  3. memisahkan apa saja yang perlu segera dikerjakan identifikasi mana yang penting terlebih dahulu konfrontasi untuk segera mengerjakan
  4. berikan ruang diri sendiri untuk memproses segala hal/informasi yang terjadi
    1. meskipun itu bukanlah menjadi diri “kita”, namun perlu tahu juga kapasitas/limit kita masing-masing coba refleksi perlahan-lahan
  5. usahakan tetap tenang dengan semua hal yang terjadi meskipun itu sulit
  6. coba ganti pertanyaan dengan sebuah pernyataan yang bersifat empati dan mengakui
  7. mengakui bahwa setiap orang memang memiliki karakteristik yang berbeda-beda
    1. relevansinya dengan hubungan kita: perlu menciptakan sebuah ruang yang nyaman dan aman agar bisa mengerti satu sama lain
    2. semisal: jika Aku cenderung memikirkan semua hal dalam satu waktu dan memproses segalanya dengan cepat, dan dia berbeda, perlu adanya sebuah batasan satu sama lain
  8. Set your small goals even if it’s hard or impossible to do it, you may think later (what’s the outcome, whether it will stressed you even more or not) once you completed your first goals
  9. The higher/intense emotion of someone rumination most likely is suitable strategy to choose but reappraisal can be considered following with suppression
    1. dual process theory
    2. gross process model (emotion regulation)
    3. cognitive behavioral emotional model altering negative response, can able to quickly adopt their emotional responses (apa yang aku lakukan sebenarnya mengacu ke sini, dan sepertinya ini yang aku lakukan tanpa disadari karena udah otomatis: semisal reframing thoughts menjadi sebuah pertanyaan, kemudian re-engage)